Info Sekolah
Rabu, 22 Jul 2026
  • Hai...siswa-siswi MTsN 4 Blitar, semester genap telah tiba! Yuk mulai lagi dengan hati gembira, niat yang lurus, dan semangat baru untuk belajar, berprestasi, dan saling menginspirasi.
19 Juli 2026

Edukasi Ekologi Kontemporer: Sinergi Inspiratif Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Maladeni Siswa MTsN 4 Blitar Menyulap Nasi Basi Menjadi Pupuk Organik Bernilai Guna

Minggu, 19 Juli 2026 Kategori : Uncategorized

Menengok lembar dokumentasi pamungkas di sisi kanan bawah, ruang visual koran digital Lentera Madsaneba menyajikan atmosfer edukatif yang hangat dan interaktif di dalam ruang kelas. Tepat pada hari Jumat, 17 Juli 2026, para siswa kelas IX-1 MTsN 4 Blitar mendapatkan kesempatan emas untuk terlibat langsung dalam sebuah lokakarya lingkungan hidup (eco-workshop) yang diinisiasi oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Agenda ini berfokus pada urgensi tata kelola sampah organik domestik, sebuah isu krusial yang sering kali luput dari perhatian masyarakat namun berdampak besar terhadap kelestarian ekosistem.

Foto dokumentasi tersebut menangkap dengan apik momen krusial saat transformasi ilmu pengetahuan berlangsung. Berlatarkan spanduk hijau bertuliskan “Demonstrasi Pembuatan Kompos dan MOL Nasi”, para mahasiswa KKN UB dengan sabar dan komunikatif membedah formula sains terapan di hadapan para siswa yang menyimak penuh antusias. Mereka mendemonstrasikan metode langkah demi langkah (step-by-step) dalam mengolah limbah dapur yang paling sering dijumpai sehari-hari, yakni nasi basi dan sisa-sisa sayuran mentah. Bahan-bahan yang biasanya langsung dibuang ke tempat sampah tersebut didekonstruksi menjadi sesuatu yang berharga tinggi: pupuk kompos organik yang kaya nutrisi bagi tanaman serta cairan MOL (Mikroorganisme Lokal) yang berfungsi sebagai bioaktivator alami untuk mempercepat proses pembusukan sampah.

Melalui pendekatan praktis ini, siswa kelas IX-1 diajarkan bahwa konsep pengelolaan sampah tidak selalu rumit dan mahal. Dengan memanfaatkan wadah sederhana dan bahan-bahan organik sisa makanan, mereka diperkenalkan pada siklus ekologi tertutup di mana limbah dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi tanah. Mahasiswa KKN UB memandu para siswa mulai dari proses fermentasi awal, pencampuran komposisi yang tepat, hingga cara menjaga tingkat kelembapan agar mikroorganisme baik dapat berkembang biak dengan optimal tanpa menimbulkan bau menyengat.

Secara filosofis, program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk menanamkan pemahaman ekologis yang mendalam dan membangun kesadaran lingkungan (environmental awareness) sejak dini di kalangan generasi muda madrasah. Target jangka panjang dari lokakarya ini adalah membekali para siswa dengan kecakapan praktis agar mereka mampu mereduksi volume sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga masing-masing. Dengan mengubah limbah organik menjadi pupuk, para siswa tidak hanya membantu mengurangi beban penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga dapat mengaplikasikan hasil pupuk buatan mereka secara mandiri untuk menyukseskan gerakan penghijauan (green movement) serta program madrasah ramah lingkungan (Adiwiyata) di lingkungan MTsN 4 Blitar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar