Blitar, 20 Mei 2026. “Setiap pertemuan punya cerita, setiap perpisahan meninggalkan makna.” Untaian kalimat indah ini menjadi saksi bisu atas bergulirnya roda waktu di MTsN 4 Blitar. Setelah tiga tahun lamanya berproses, menempa diri, dan mengukir cerita, tibalah saatnya bagi 299 permata bangsa—siswa-siswi kelas 9—untuk melangkah menuju gerbang masa depan yang lebih tinggi.
Suasana khidmat, haru, sekaligus bangga menyelimuti gedung Indoor MTsN 4 Blitar yang hari itu disulap menjadi saksi sejarah. Riuh rendah tawa yang biasanya menghiasi selasar madrasah, melebur menjadi untaian doa dan rasa syukur yang membubung ke langit pada momen tasyakuran pelepasan ini.

Acara Tasyakuran Pelepasan ini bukan sekadar seremonial runtuhnya kalender akademik, melainkan sebuah bentuk sujud syukur bersama. Sebanyak 299 siswa kelas 9 berkumpul dengan tatapan mata yang berbinar, memancarkan rasa optimistis sekaligus berat hati untuk meninggalkan madrasah tercinta.
Momen pelepasan tahun ini terasa sangat monumental dan bersejarah. Para siswa dilepas dan dipisahi secara resmi oleh Kepala Madrasah, Ibu Tati Farida. Dengan penuh keibuan, ketegasan, dan rasa bangga, Ibu Tati Farida mengukuhkan kelulusan para siswa, sekaligus menitipkan estafet harapan agar mereka terus menjaga nama baik almamater di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kehadiran beliau membawa energi dan semangat baru bagi seluruh civitas akademika MTsN 4 Blitar untuk terus melangkah maju.

Tasyakuran ini kian terasa begitu istimewa dan penuh berkah karena dihadiri secara langsung oleh Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar. Kehadiran beliau memberikan legitimasi spiritual dan motivasi besar melalui Mauidzoh Hasanah (nasihat kebaikan) yang disampaikan di hadapan ratusan hadirin di dalam gedung indoor.
Dalam untaian nasihatnya yang sarat akan makna, Kepala Kankemenag Kab. Blitar mengingatkan para siswa agar tidak pernah melupakan akar mereka sebagai lulusan madrasah. Beliau berpesan:
“Kelulusan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah anak tangga pertama menuju kedewasaan dan tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual (berakhlaqul karimah). Di mana pun kalian berpijak nanti, bawalah nama baik MTsN 4 Blitar dengan prestasi dan budi pekerti yang luhur.”
Nasihat tersebut bak oase yang menyejukkan, meresap ke dalam sanubari 299 siswa, para guru, serta orang tua/wali murid yang hadir, menguatkan tekad untuk terus menjaga nyala api iman dan ilmu.

Kini, karpet merah masa depan telah digelar. Bersama nakhoda baru Ibu Tati Farida, madrasah telah menunaikan tugasnya: menempa sayap-sayap para siswa agar kuat terbang menghadapi badai dunia luar. Guru-guru yang selama tiga tahun ini mendidik dengan hati, melepas mereka dengan senyuman terbaik, meski ada setitik air mata keikhlasan yang jatuh.
Selamat jalan, anak-anakku, 299 lulusan terbaik MTsN 4 Blitar. Perpisahan ini hanyalah sekat jarak secara fisik, namun ikatan batin dan doa akan selalu bertautan.
“Sampai jumpa di gerbang kesuksesan yang berbeda, namun tetap dalam doa yang sama.” Teruslah berlari, kejarlah cita-citamu, dan jadilah kebanggaan bagi agama, orang tua, serta bangsa. Tetaplah menginspirasi!
Tinggalkan Komentar