Update Info
Jumat, 29 Agu 2025
  • Ujian Madrasah Kelas IX MTsN 4 Blitar 2024/2025 berbasis Digital terlaksana selama seminggu Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah MTsN 4 Blitar 2025 Tahap 2 telah diumumkan Pembinaan dan Pendampingan Penyusunan Dokumen DLH Blitar dalam Perpanjangan Sekolah Adiwiyata Mandiri MTsN 4 Blitar
27 Agustus 2025

Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim Lakukan Monitoring SBSN dan Pembinaan GTK di MTsN 4 Blitar

Rabu, 27 Agustus 2025 Kategori : Uncategorized

Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, MTsN 4 Blitar menerima kunjungan kerja dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Sugiyo, M.Pd. Kunjungan ini memiliki dua agenda utama. Pertama, Bapak Dr. Sugiyo meninjau secara langsung progres pembangunan gedung baru yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk memastikan kualitas dan progres pengerjaan sesuai target. Setelah melakukan monitoring, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembinaan yang berlangsung di aula MTsN 4 Blitar.

 

Dalam sesi ini, beliau memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme, inovasi, dan komitmen dalam memajukan kualitas pendidikan madrasah. Meskipun sebagai guru kita juga harus tahu perkembangan kurikulum di negara kita. Beliau mengatakan “Perkembangan kurikulum di Indonesia mengalami dinamika yang cukup panjang dan terus menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Sejak masa awal kemerdekaan, kurikulum berfokus pada pembentukan identitas nasional dan semangat kebangsaan. Pada tahun 1947 lahirlah Rencana Pelajaran yang menekankan pendidikan karakter bangsa. Kemudian, kurikulum 1968 lebih menitikberatkan pada pembinaan jiwa Pancasila dan pembangunan nasional. Kurikulum 1975 dan 1984 mulai mengedepankan pendekatan tujuan serta efisiensi belajar, sedangkan Kurikulum 1994 mencoba mengintegrasikan berbagai bidang ilmu namun dinilai terlalu padat. Reformasi membawa Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004 dan disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang memberi otonomi lebih besar kepada sekolah.

 

Selanjutnya, Kurikulum 2013 (K13) hadir dengan menekankan pendidikan karakter, literasi, dan keseimbangan antara sikap, pengetahuan, serta keterampilan. Saat ini, Indonesia mulai menerapkan Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan profil Pelajar Pancasila agar siswa siap menghadapi tantangan global sekaligus tetap berakar pada nilai luhur bangsa. Nah….pada tahun 2025 muncul inovasi terbaru: Kurikulum Cinta. Dikembangkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum ini tidak menghadirkan mata pelajaran baru, tetapi menyisipkan nilai-nilai cinta dan keberagaman ke dalam kurikulum yang sudah ada, terutama di ranah pendidikan Islam. Kurikulum Cinta dibangun atas beberapa pilar utama: cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah), cinta kepada sesama manusia (Hablum Minannas), cinta kepada lingkungan (Hablum Bi’ah), dan cinta kepada tanah air (Hubbul Wathan) . (Lyn)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar